NIAT DAN PERSIAPAN TOTAL IBADAH HAJI TAHUN 2020, BERANGKAT TAHUN 2021 INSYAALLAH SENILAI 2 X IBADAH

Kamis, 04-06-2020 14:19 WIB    115 VIEWS
NIAT DAN PERSIAPAN TOTAL IBADAH HAJI TAHUN 2020, BERANGKAT TAHUN 2021 INSYAALLAH SENILAI 2 X IBADAH

Oleh: Sodik Mudjahid
Ketua Yayasan Darul Hikam

Hari Selasa 2 Juni 2020, Pemerintah Indonesia  memutuskan tidak akan memberangkatkan jamaah haji untuk tahun 2020 M/1441 H.
Peniadaan pemberangkatan jamaah haji Indonesia pernah terjadi sebelumnya yakni tahun 1946, 1947 dan 1948 dengan alasan agresi militer Belanda.
Pemerintah Arab Saudi, juga pernah beberapa kali melakukan penghentian haji, yakni tahun 1814, 1837, 1892 dan 1987 dengan alasan keamanan kesehatan yakni pendemik tha'un, kolera dan meningitis.

Semua alasan alasan pembatalan itu sejalan dengan isi ayat utama perintah haji, bahwa ibadah haji wajib hukumnya, bagi orang dan bagi siapa saja yang mampu melaksanakan perjalanannya.
Perjalanan disini mengandung arti yang luas, yakni mampu menjalani dan melaksanakan semua rangkaian manasik ibadah haji.
Ayat ini juga bisa bermakna bahwa penyelenggaraan haji, wajib hukumnya dilaksanakan, hanya  jika mampu memberikan jaminan keamanan, kesehatan, kenyamanan, keabsahan, bahkan kekhusyukan ibadah bagi semua jamaah yg menjalani ibadah haji.
Dengan adanya pendemik Covid-19 yg masih aktif pada saat ini, maka terbayang kemudaratan yang akan terjadi, jika masih tetap dilakukan rangkaian perjalanan ibadah haji tahun ini.
Mulai dari kegiatan persiapan  haji, perjalanan pra embarkasi, perjalanan embarkasi ke bandara, perjalanan dari bandara ke Kota Makah/  Kota Madinah, kehidupan di Kota Makah dan Kota Madinah yang sangat padat dengan jutaan manusia dari berbagai ratus bangsa dan negara.
Dan tentu yang paling merepotkan adalah kegiatan pada  puncak haji yakni pergerakan jutaan jamaah, dalam situasi dan kondisi yang sering harus berhimpitan dari tgl 8 sd 13 Dzulhijjah di Mina - Arafah- Mudzdalifah -Mina- Makah- Mina- Makah.

Covid-19
 seperti kewajiban haji,
Ciptaan Allah SWT

Haji adalah undangan dan jamuan Allah SWT. Virus Covid-19, yang mengganggu kehidupan ummat manusia dalam berbagai bidang termasuk penyelenggaraan ibadah haji , adalah juga makhluk ciptaan Allah SWT. Jadi semua ini adalah desain dan ketetapan Allah SWT. Di dalam Al Qur’an, Allah SWT berkali-kali berfirman, bahwa suatu musibah seperti Covid-19 , adalah  sebagai “ bencana dan kerugian” bagi kaum dzalim dan fasik, namun juga sebagai hikmah,hidayah bukti kuasa, kemahaperkasaan dan kemahadigjayaan Allah SWT. Dengan adanya pandemi Covid-19, kondisi kesehatan dan kondisi ekonomi ratusan negara-negara mengalami malapetaka yang luar biasa.
Karena itu, maka kita serahkan soal pembatalan keberangkatan ibadah haji tahun ini kepada Allah SWT secara ikhlas.
Semua amalan-amalan persiapan haji yang sudah dilakukan, akan tetap tercatat sebagai amalan ibadah rangkaian haji.
Bahkan ada faham atau pendapat yang mengatakan bahwa mereka yang niatnya ikhlas, sudah melaksnakan persiapan secara maksimum, namun Allah SWT membatalkan keberangkatan diluar keinginan pribadinya, maka sama dengan telah melaksanalan ibadah haji secara nilai.
Dengan faham ini, maka jika tahun 2021 akan berangkat haji secara fisik, artinya jamaah haji tahun 2020,  akan dua kali mendapatkan  nilai ibadah haji. Masya Allah.

Bersiaplah haji
Tahun depan

Dengan pasrah dan ikhlas kepada takdir Allah SWT, maka bersiaplah untuk melaksanakan ibadah haji di tahun depan dengan lebih mantab.
Amalkan manasik manasik haji yang sudah  dilatihkan.
Budayakan akhlak taqwa sebagai bekal utama perjalanan haji dalam kehidupan harian menjelang haji.
Bekal material perjalanan haji seperti pakaian, sepatu, tas, Al Qur’an, buku doa dll yang sudah disiapkan, simpan dengan baik. Jika ada yang sangat amat  memerlukan maka sodaqohkan.
Percayalah nanti akan terganti berlipat saat akan berangkat. Dana dan uang yang sudah dibayarkan ke KBIH/ travel, anggaplah sebagai simpanan tabungan persiapan. Jangan dibelanjakan dan dipakai sendiri, karena itu sudah uang milik Allah SWT. Hanya boleh dipakai, untuk belanja di jalan Allah SWT juga yakni jika ada yang memerlukan wakaf infaq dan sodaqoh kita. Insya Allah akan diganti berlipat ganda saat menjelang keberangkatan ibadah haji tahun depan.

Penutup
Terimalah demgan ilhlas ketetapan Allah SWT tentang pengunduran jadwal ibadah haji.
Dengan niat tulus dan persiapan yang sudah sangat matang, pembatalan tahun ini dan keberangkatan tahun depan, Insya Allah dicatat sebagai dua kali pengamalan ibadah haji.
Jadikan masa penundaan ini sebagai pemantapan manasik haji dan pembudayaan akhlak taqwa sebagai bekal utama haji. Simpan dan tabung dengan baik segala bekal barang dan uang, karena itu sudah tercatat di dalam pos belanja Allah SWT. Jangan dipakai untuk keperluan sendiri, kecuali untuk keperluan di jalan Allah SWT seperti untuk wakaf, infaq dan sodaqoh.