Sarat Dugaan Korupsi, GERAK Jabar Desak Ridwan Kamil Ganti Dirut BJB

Rabu, 18-11-2020 18:55 WIB    86 VIEWS
Sarat Dugaan Korupsi, GERAK Jabar Desak Ridwan Kamil Ganti Dirut BJB

JABARNEWS.ID, BANDUNG - - Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Jabar Yoseph Suryanto menilai, visi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menjadi bank terbesar berkinerja baik di Indonesia, cuma isapan jempol belaka.

"Baik apanya? Terbukti di bawah kepemimpinan Dirut BJB yang baru Yuddy Renaldi, persepsi pemangku kebijakan terhadap penerapan GCG (Good Corporate Gorvement) tidak beranjak baik. Saya nilai malah cenderung turun yah," ujar Yoseph dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Dirut BJB Yuddy Renaldi, pelayanan terhadap nasabah tidak lebih baik dari sebelumnya, malah bisa dikatakan menurun.

"Begitu pun soal komitmen Bank BJB dalam memberantas praktik korupsi dan pungutan liar dalam pelaksanaan anggaran operasional pun ternyata hanya isapan jempol," tandas Yoseph.

Diungkapkan, hal tersebut bisa dibuktikan dengan maraknya laporan terkait masih berjalannya praktik pungli, pengaturan lelang pengadaan, ijon proyek dan dugaan permainan broker asuransi yang masih terus dijalankan.

Selain itu, adanya beberapa orang direksi yang terlibat masalah hukum dan moral menjadikan BJB sebagai sarang masalah dan berdampak pada masih tingginya Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).

"Dari BOPO kita dapat melihat seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mengelola beban operasionalnya. Makin bengkak beban operasional, berarti makin buruk pengelolaan perusahaan tersebut," sambung Yoseph.

Terkait itu, GERAK Jabar mendesak aparat hukum untuk mengusut dan melanjutkan kembali kembali proses hukum kasus broker asuransi yang ditangani Polda Jawa Barat dan Mabes Polri dengan nilai kerugian negara mencapai triliunan rupiah.

"Kita juga mendesak aparat berwenang mengusut dan melanjutkan proses hukum kredit fiktif yang terjadi di beberapa cabang. Termasuk membuka kembali kasus penggelapan pajak," tandas Yoseph.

Tak cukup, pihaknya juga mendesak agar pihak berwenang mengusut dan memproses hukum lelang pengadaan barang baik yang ada di divisi corporate secretary, dana dana CSR serta pengadaan barang di divisi IT dan Divisi Umum.

"Kami mendesak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memberhentikan dan mengganti direksi yang sudah jelas dan nyata terlibat masalah hukum dan masalah moral. Kami punya data-data itu," ucap Yoseph.

Ditandaskan, Ridwan Kamil harus segera mengevaluasi posisi Direktur Utama Yuddy Renaldi karena tidak mampu untuk membereskan berbagai masalah akut di tubuh BJB. "Malah kami menduga dia ikut larut dalam arus dan sistem yang korup," imbuh Yoseph.

Menurutnya, sosok direksi haruslah profesional dan bersih dalam memimpin sebuah bank. Figur- figur yang memimpin bank haruslah figur profesional dengan literasi etis yang tinggi.

"Saya ingatkan, bila tidak diambil tindakan tegas, perbuatan buruk akan berubah seperti kanker yang sulit untuk diatasi," lanjutnya.

Menurut Yoseph, reputasi direksi menjadi modal untuk menentukan kepercayaan masyarakat dan pertumbuhan bisnis sebuah bank. Ironisnya di Bank BJB ada beberapa direksi yang terlibat masalah moral perselingkuhan bahkan kasusnya telah dilaporkan ke aparat, tapi masih terus dipertahankan.

"Begitu juga dengan direksi dan manajemen yang terlibat persekongkolan dalam pengucuran kredit, pembiayaan fiktif dan penyalahgunaan investasi, yang sampai saat ini masih terus dipertahankan," ujarnya.

"Apa yang kami sampaikan ini tentu dengan bukti-bukti dan fakta yang terjadi. Dalam waktu dekat, akan kami sampaikan kepada aparat hukum. Kita kawal kasusnya sampai tuntas," pungkas Yoseph. [ ]

Redaksi: admin