oleh

HJKB 211, DPRD Kota Bandung Ajak Warga Jaga Kolaborasi Tuntaskan Pandemi

JABARNEWS.ID: DPRD Kota Bandung menyelenggarakan rapat paripurna memperingati Hari Jadi Ke-211 Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Sabtu (25/9/2021).

Rapat paripurna ini digelar secara daring dan luring. Hadir secara langsung, seluruh pimpinan DPRD serta sejumlah anggota DPRD Kota Bandung yang diundang luring, gubernur Jawa Barat, wali kota dan wakil wali kota Bandung, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mewakili seluruh jajaran legislatif memanjatkan syukur pada Illahi karena pada peringatan HJKB tahun ini bersamaan dengan menurunnya angka kasus Covid-19.

Dalam momentum HJKB 211 ini, Tedy berharap situasi terkini di masa pandemi menjadi pemicu dan pemacu bagi Pemkot Bandung agar tetap waspada dan serius menangani Covid-19.

Dewan mencatat, penurunan kasus Covid-19 bisa terjadi karena beberapa hal. Di antaranya adalah vaksinasi yang masif dan masih berjalan lancar hingga saat ini.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung dan seluruh stakeholder harus terus menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. Program vaksinasi juga harus terus dilakukan, terutama untuk lansia,” tutur Tedy.

Tidak lupa DPRD Kota Bandung juga memberikan apresiasi tinggi kepada para dokter, tenaga medis, tenaga kesehatan, TNI, Polri, Satpol PP, aparat kewilayahan, hingga warga dan banyak komunitas relawan yang menjadikan pandemi Bandung semakin terkendali.

Kinerja Pemkot

Tedy menambahkan, momen Hari Jadi Kota Bandung harus dimaknai sebagai rasa syukur, dengan meningkatkan kinerja Pemkot Bandung khususnya pencapaian target-target RPJMD dan juga kebangkitan perekonomian masyarakat.

Untuk mencapai hasil yang diharapkan, kata Tedy, sinergi menjadi kata kunci yang menggambarkan konsentrasi dan pemberdayaan seluruh potensi masyarakat Kota Bandung demi tercapainya cita-cita bersama.

Di Hari Jadi Ke-211 Kota Bandung ini, tantangan Kota Bandung semakin beragam. Ekonomi dalam kondisi porak poranda terkena hantaman pandemi Covid-19, selama sekitar satu setengah tahun terakhir.

“Selain itu juga, tantangan Kota Bandung yang harus menjadi perhatian lebih di antaranya, kemacetan, penanganan warga miskin dan kesejahteraannya, pengelolaan sampah dan lingkungan hidup, menekan peredaran narkoba, banjir cileuncang di musim hujan. Permasalahan ini harus segera dituntaskan dengan maksimal,” ujarnya.

Di luar itu, Tedy mengapresiasi setinggi-tingginya atas torehan Pemkot Bandung yang dalam setahun terakhir tetap berprestasi dan berkiprah melayani warga Kota Bandung.

Pengawasan Dewan

Meskipun dalam suasana pandemi Covid-19, kata Tedy, kinerja DPRD Kota Bandung terus dijaga baik. Bahkan, seluruh bagian DPRD bersemangat untuk terus membantu masyarakat yang mengalami kondisi memprihatinkan akibat terkena dampak pandemi.

Semangat itupun yang dibawa ke dalam fungsi anggaran demi memenuhi kebutuhan publik. DPRD Kota Bandung memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Bandung dalam alokasi anggaran untuk pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19, serta mendukung alokasi anggaran bantuan sosial bagi warga yang terdampak.

Intensitas kinerja dewan juga dibangkitkan dalam menjalankan fungsi pengawasan, baik melalui serangkaian rapat kerja maupun pengawasan langsung di lapangan.

Dalam fungsi pembentukan peraturan daerah, seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kota Bandung tetap aktif membahas dan memberikan persetujuan terhadap rancangan peraturan daerah yang diajukan wali kota.

Sejumlah Perda yang sudah ditetapkan tahun ini di antaranya tentang Ekonomi Kreatif, Ramah Lansia, Kawasan Tanpa Rokok, hingga Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba.

“Perda-perda yang sudah ditetapkan ini harus benar-benar diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kota Bandung,” ucap Tedy.

Terakhir, Tedy berharap wali kota Bandung beserta jajarannya dapat bekerja lebih ekstra dan maksimal. Dalam tantangan menghadapi pandemi yang belum pasti dengan jumlah anggaran terbatas, diperlukan kerja keras, cerdas, cermat, dan ikhlas.

“Terutama dalam menentukan skala prioritas pada penggunaan anggaran, serta dapat berkolaborasi dengan banyak pihak. Sehingga visi misi Kota Bandung dapat terwujud dan Kota Bandung menjadi kota yang loveable dan liveable,” tutur Tedy.

Kolaborasi

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, HJKB harus jadi momentum pendorong semangat publik untuk berkolaborasi demi membangun Kota Bandung. Situasi yang semakin membaik dari pandemi harus tetap diwaspadai dan menjaga protokol kesehatan, agar tidak pernah ada pandemi gelombang ketiga.

“Sudah saatnya kita bangkit. Meraih kehidupan lebih maju,” ujar Oded.

Melalui momentum HJKB, Oded ingin pemerintahan menjadi pelayan terbaik bagi masyarakat. Kini fokus pemulihan ekonomi sejalan dengan kesehatan untuk kebangkitan Bandung.

“Peringatan HJKB menjadi titik tolak kebangkitan dari pandemi. Saya optimis kita bisa pulih. Untuk membuktikan kepada para pendiri dan pendahulu bahwa kita layak mewarisi nilai-nilai perjuangan,” ujarnya.

Oded juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama Pemkot Bandung dengan DPRD Kota Bandung, terutama dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

“Sinergi ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan di masa mendatang,” ucap Oded.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berterima kasih kepada seluruh pihak di Kota Bandung yang telah mewujudkan misi penurunan angka Covid-19.

“Saya mengapresiasi Forkopimda yang sudah berkolaborasi, berkoordinasi menangani situasi kondisi Kota Bandung,” ujarnya.

Mantan wali kota Bandung itu berpesan, di tengah pandemi ini setiap daerah harus tetap menjalankan kalender pembangunan agar kota dan kabupaten semakin maju, khususnya dengan kekuatan kolaborasi dan inovasi.

Dalam peringatan HJKB 211 ini, Ridwan menitipkan fokus Pemerintahan Kota Bandung kepada sektor UMKM. Dari data Provinsi Jawa Barat, populasi UMKM masih berpengaruh sebagai salah satu penopang ekonomi daerah, meski diterpa dampak pandemi.

“Saya titipkan agar UMKM betul-betul diperhatikan, soal permodalan, produksi, juga pemasaran digital. UMKM ini harus jadi unggulan Kota Bandung. Tentunya selain itu, potensi pariwisata juga harus tetap ditingkatkan,” kata Ridwan. (Humas DPRD Bandung)

Nur Hakim
Author: Nur Hakim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed