oleh

Kenali ITERA, Institut Teknologi asal Sumatera yang Akan Pilih Rektor Baru

JABARNEWS.ID, Bandung: Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung akan menetapkan rektor baru pada bulan Mei 2022 mendatang. Salah satu calon kandidat yang maju adalah Dosen Kepala Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB), Acep Purqon, S.Si., M.Si., Ph.D.

ITERA sendiri didirikan oleh pemerintah demi menambah jumlah institut teknologi negeri yang saat ini baru dua kampus.

“ITERA sendiri baru berdiri di tahun 2014, jadi pemerintah mendirikan ITERA bukan tanpa alasan. Di Indonesia saat ini baru ada dua Institut Teknologi Negeri, yaitu ITB di Bandung dan ITS di Surabaya,” ujar Acep Furqon dilansir dari Podcast Jabar News TV, Selasa (26/4/2022).

Acep Purqon mengungkapkan, landasan pendirian ITERA juga agar sentra pendidikan tidak hanya terpusat di pulau Jawa.

“Sentra-sentra pendidikan itu tidak mesti di Jawa, sehingga untuk melakukan itu adanya percepatan mendirikan dua institut teknologi, Satu di Sumatra dan satu di kalimantan. Tugasnya satu, yaitu mempercepat teknologi yang ujung-ujungnya nanti ingin menumbuhkan beberapa titik pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya.

Perlu diketahui, semenjak ITERA berdiri tahun 2014 Acep Purqon sudah diminta untuk menjadi Dosen Luar Biasa (DLB) di sana. Oleh karena itu, ia mengaku cukup mengenal dinamika yang terjadi di ITERA.

“Kebetulan sejak berdirinya ITERA pada tahun 2014 sudah diminta bantu-bantu ITERA. Jadi, saya 8 tahun ini saya mengenal cukup dekat dinamika di ITERA, baik kelebihan dan kekurangannya,”

Beyond the Expectation and Creative

ITERA memiliki jargon “Beyond the Expectation and Creative. Menurut Acep, “Beyond the Expectation” memiliki makna ITERA ingin menyamai level ITB dalam beberapa tahun ke depan.

“Bagaimana ITERA bisa sekelas ITB dalam beberapa tahun ke depan. Kita ingin melebihi ekspektasi orang-orang,” jelas Acep.

Sementara, “Creative” sendiri bermakna, ITERA terus menerus melahirkan potensi dan inovasi baru untuk menyelesaikan permasalahan di Sumatera.

“Segala kekurangan itu dijadika potensi dan inovasi baru agar menjadi solusi untuk permasalahan di Sumatera,” jelas dosen FMIPA ITB tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Acep menggunakan kata Sumatera sebagai program kerjanya.

S – Sejahtera
U – Unggul
M – Melanjutkan program
A – Adaptif
T – Transformasi
E – Elegan
R – Ramah
A – Amanah

Dengan sumberdaya energi yang dimiliki, Acep sebagai Calon Rektor ITERA berharap kampus tersebut dapat menjadi tolak ukur perkembangan institut teknologi baru di dalam negeri.

“ITERA adalah kampus baru, secara usia baru 8 tahun, tapi jangan dilihat saat ini tapi lihat kedepannya. ITERA punya lahan yang besar, memiliki mandiri energi. Diharapkan ITERA dapat dijadikan benchmark untuk kampus yang didirikan dari awal,” pungkasnya.*(Redaksi)

Redaksi
Author: Redaksi

redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed