oleh

Mahasiswa Unsika memperoleh first runner-up di dalam lomba Jom Iftar 2021

Jabarnews.id: Pada tanggal 25 Mei 2021 diumumkan mengenai pemenang lomba Jom Iftar 2021 yang diselenggarakan oleh Universiti Malaya. Mahasiswa dari Program Studi S-1 Teknik Kimia Universitas Singaperbangsa Karawang berhasil memperoleh first runner-up. Jom Iftar Competitions ini merupakan salah satu rangkaian event yang dilaksanakan oleh pihak International Affairs dari Universiti Malaya. Selain Jom Iftar Competition, ada juga Jom Crafting menyajikan hal – hal mengenai kerajinan yang termasuk seperti membuat ketupat, melukis baik, dan lain-lain. Kemudian, Jom Cooking yang dimana para peserta dikenalkan dengan beberapa kuliner khas yang wajib dicoba yang berasal dari Malaysia.

Selanjutnya adalah Jom Sharing yaitu mengenai tukar pikiran antara orang Malaysia dan partisipan lainnya yang berasal dari beberapa negara. Dalam Jom Iftar Competition ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu vlog competition dan raya cover competition. Persyaratan untuk mengikuti kompetisi ini adalah harus dengan tim dari orang yang berbeda negara. Jadi dalam satu tim ada orang yang berasal dari negara – negara yang berbeda.

Pada saat itu Vina Syofiyatul Ulfa (21) mahasiswa program studi S-1 Teknik Kimia, Universitas Singaperbangsa Karawang sebagai leader dari tim, mengajak 2 orang temannya yang berasal dari Pakistan yaitu Muhammad Bilal (21) dari University of the Punjab, Lahore dan yang lainnya Muhammad Thoriq (26) sedang berkuliah di Chulalangkron University, Thailand. Selain dari 2 anggota tim tersebut Vina juga mengajak seorang mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Moscow Institute of Physics and Technology, Russia yaitu Ulfa Andria (19).

Vina (21) menilai bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan kebaikan, bulan ini menghadirkan warna yang berbeda diantara bulan – bulan lainnya. Biasanya bulan ini dihabiskan bersama dengan keluarga, namun berbeda halnya dengan Thoriq dan Ulfa yang jauh dengan keluarga. Maka dari itu Vina ingin menanyakan perspektif mereka tentang bulan Ramadhan sekaligus menanyakan keadaan mereka yang berpuasa jauh di perantauan. Alhasil Ulfa (19) menyambutnya dengan mengatakan bahwa perbedaan itu dirasa cukup signifikan karena lamanya waktu berpuasa, di Russia dia terbiasa menggabungkan sahur dan buka dalam satu waktu. Namun, meskipun berat Ulfa tetap menjalankan puasa sebagaimana salah satu kewajiban dalam rukun Islam. Begitu pun dengan Thoriq (26), Thoriq mengemukakan bahwa tidak peduli seberapa berat pekerjaan yang kita dapat, puasa harus tetap dijalankan dan menurut Thoriq puasa ini adalah tentang kesabaran.

Berkat buah pemikiran tersebut akhirnya team ini berhasil meraih 200 RM sebagai hadiah dan menempati per tingkat first runner-up. Penilaian untuk lomba ini di dasarkan pada jumlah vote yang diberikan dengan cara like di akun @isc.um (https://www.instagram.com/p/CPR2Kmyj1oK/), kemudian penilaian lainnya berasal dari substansi, orisinilitas, kualitas serta kreativitas. Hal ini dapat dijadikan acuan bahwa bulan Ramadhan memang penuh keberkahan dan seharusnya kita bisa meningkatkan produktivitas di bulan tersebut. **

Redaksi
Author: Redaksi

redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed