oleh

Mensos Risma Salurkan Bantuan Logistik Untuk Korban Longsor Soreang

JABARNEWS.ID, Kab. Bandung: Sejumlah rumah warga roboh diterjang longsor di Kampung Cukang Genteng RT 01/01, Desa Cukang Genteng, Pasir Jambu, Soreang, Kabupaten Bandung. Senin (29/11/2021).

Menteri Sosial, Tri Rismaharini menyalurkan bantuan logistik untuk Kabupaten Bandung berupa family kit sebanyak 30 paket, kids ware sebanyak 30 paket, foodware sebanyak 30 paket, peralatan dapur keluarga sebanyak 30 paket, tenda gulung merah 20 lembar, kasur merah 30 unit, wearpack dan peralatan 3 paket, dan sembako 15 paket. Total untuk santunan dan bantuan logistik Rp72.460.730.

Pada kesempatan yang sama, Mensos juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa pemenuhan kebutuhan dasar, nutrisi, dan aksesibilitas kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu, penyandang disabilitas, dan korban bencana alam.

Bantuan diberikan kepada 20 orang berupa uang dan paket kebutuhan nutrisi dengan perincian sebagai berikut: lima anak yatim piatu yang sudah bersekolah mendapatkan uang senilai Rp600.000,- dan paket kebutuhan nutrisi senilai Rp300.000,-; dua orang anak yatim piatu yang belum bersekolah mendapatkan uang senilai Rp900.000,- dan paket kebutuhan nutrisi senilai Rp300.000; 12 orang anak korban bencana alam longsor di wilayah Kabupaten Bandung mendapatkan paket pemenuhan dasar dan nutrisi.

Selain 19 anak tersebut, satu orang penyandang disabilitas sensorik netra (PDSN) mendapatkan satu unit laptop yang telah dipasang aplikasi pembaca layar senilai Rp8.000.000,- . Sebagai informasi, bantuan berupa uang seluruhnya disalurkan melalui rekening bank Mandiri.

“Nak, pergunakan baik-baik bantuan ini untuk sekolah dan kehidupan sehari hari ya,  semoga bermanfaat dan bisa membantu,” kata Mensos Risma kepada anak-anak penerima bantuan.

Mensos menyampaikan himbauan kepada semua pihak terkait besarnya potensi bencana yang mungkin masih akan terjadi ke depan.

Mengutip prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tertinggi akan terjadi pada Februari 2022 mendatang.

Ia meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan dan melakukan mitigasi sehingga mengurangi resiko akibat bencana.*(Redaksi)

Redaksi
Author: Redaksi

redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed