oleh

Viral Putri Wali Kota Bekasi Protes KPK, Sebut OTT Tidak Sesuai Prosedur

JABARNEWS.ID, Bekasi: Putri Wali Kota Bekasi nonaktif yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Ade Puspitasari memberikan pernyataan kontroversial berbalut protes terkait status ayahnya.

Menurut ketua DPD Golkar Kota Bekasi tersebut, prosedur OTT yang dilakukan KPK tidak sesuai prosedur karena pada saat ditangkap, Rahmat tidak sedang memegang uang yang menjadi barang bukti.

“Bagaimana KPK hanya membawa badan pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun. Logikanya, OTT ada transaksi, lalu kegep, ini tidak ada. Baik pak Wali dan KPK tidak membawa uang dari pendopo,” ujar Ade saat pelantikan pengurus PK DPD Golkar Kota Bekasi, Minggu (9/1/2022).

Ade menduga kejadian tersebut merupakan pembunuhan karakter terhadap ayahnya. Ia menduga ada yang tengah mengincar partai Golkar.

“Uang yang ada di dalam KPK berasal dari pihak ketiga. Memang, ini pembunuhan karakter, memang ini ‘kuning’ sedang diincar. Kita tahu sama tahu siapa yang mengincar ‘kuning’,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan Ade Puspitasari, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron memaklumi hal tersebut. Ghufron menilai wajar karena ia hanya sedang membela orang tuanya.

“Anak membela orang tua itu biasa, KPK tak terkejut dan membahami pembelaan putri RE,” ujarnya dilansir dari Antara.

Terkait ada dugaan tindakan KPK dikaitkan dengan ranah politik, Ghufron menegaskan KPK bertindak berdasarkan fakta dan dasar hukum. Dia justru mengimbau pihak keluarga Rahmat Effendi untuk melakukan pembelaan dan pembuktian di pengadilan.

“Walau tidak dapat menghalangi, tapi kami mengimbau agar dihentikannya politisasi penegakan hukum. Silakan bela secara hukum, itu akan lebih berarti,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi tertangkap OTT KPK Rabu (5/1/2022) lalu pukul 14.00 WIB dengan bukti uang suap miliaran rupiah.*(Redaksi)

 

Redaksi
Author: Redaksi

redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed